10 Hal Yang Bisa Dipetik Dari Kasus Ayah Marshanda

664 views

ilustrasi

MANOKWARIKU.INFO – Pada umumnya, perceraian mengakibatkan hubungan anak dengan salah satu pihak orang tua akan menjadi renggang. Hal ini diakibatkan karena intensitas waktu bertemu dengan salah satu pihak otang tua semakin jarang bahkan terputus. Akhir-akhir ini, Artis Marshanda menjadi perhatian publik karena perjumpaannya dengan ayah kandung setelah sekian lama tidak bertemu karena perceraian orang tuanya. Marshanda bertemu dengan ayah kandungnya pada 28 Maret lalu di Panti Sosial Bina Insani Bangun Daya, Cipayung, Jakarta setelah ayahnya, Irwan Yusuf, terjaring operasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) oleh petugas Dinas Sosial DKI. Kisah ayah Marshandapun langsung menyita perhatian publik.

Bagaimana bila kita mengalami kasus yang kurang lebih sama? Maksudnya, terpisah dengan ayah akibat perceraian. Idealnya, hubungan baik antara anak dan orangtua tetap terjalin meski keduanya dipisahkan akibat perceraian. Ini mungkin tidak mudah, apalagi kita sudah tidak lagi tinggal satu rumah dengan ayah. Namun, ada enam hal yang bisa dilakukan, seperti saran dari Terry Gaspard, MSW, LICSW, pengajar sekaligus terapis di bidang hubungan anak dan orangtua dari AS yang menulis buku Daughters of Divorce.

  1.  
    Cobalah menerima kalau tidak semua yang kita harapkan berjalan sesuai rencana, termasuk tentang orangtua. Kita harus move on dan belajar menjalin hubungan terpisah dengan ayah dan ibu.
  2. Jujurlah kepada orangtua tentang perasaan kita—apalagi jika kita memendamnya bertahun-tahun. Buka hati dan maafkan mereka atas perceraian tersebut.
  3. Kita harus sabar dan memiliki harapan yang realistis. Pertemuan kita dan ayah mungkin tidak seintens dulu, tapi bisa tetap berkualitas jika kita berlapang dada dan menerima situasi yang ada.
  4. Usahakan untuk objektif. Dengarkan cerita ayah atau ibu mengenai masalah yang pernah mereka hadapi, tanpa menyalahkan mereka atau memihak salah satu. Kadang, mereka hanya butuh seseorang untuk mendengarkan keluhan mereka.
  5. Teruslah kontak orangtua secara rutin, bisa lewat SMS, e-mail, bahkan kartu pos jika bepergian.
  6. Ketika menghadiri acara keluarga besar dan ayah kita turut hadir, lakukan obrolan ringan. Bisa tentang pekerjaannya, tim sepakbola favoritnya, atau musisi kesukaannya. Hindari bersikap dingin meski kita masih sakit hati atas perceraian orangtua.
  7. Tunjukkan minat kita terhadap kegiatan orangtua. Misalnya, nonton olahraga bareng ayah atau menghadiri event perusahaannya.
  8. Jangan lewatkan momen-momen spesial, seperti hari ulang tahun atau momen ketika ayah kita pensiun. Jika tidak sempat merayakannya dengan makan malam, setidaknya telepon untuk mengucapkan selamat secara langsung.
  9. Liburan tidak hanya dilakukan bersama teman atau pasangan, tapi bisa juga dengan orangtua. Jangan ragu sesekali liburan bersama ayah atau ibu kita meski hanya di akhir pekan.
  10. Jika hubungan dengan ayah tidak juga membaik, kita bisa meminta bantuan tenaga profesional untuk konseling dan mengobati hati yang luka.

Sumber: femina

author
talk les do more
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.