Pusdatin Kemendikbud Hadirkan Solusi Belajar Online ditengah Wabah Virus Corona


Wabah viris corona atau covid-19 yang melanda dunia dan negeri ini bahkan membawa  dampak yang begitu besar. Berdasarkan pantauan dari berbagai media korban sakit maupun meninggal dunia kian meningkat. Penularan virus ini begitu cepat dari satu wilayah ke wilayah yang lainnya. Data update yang dikutip dari CNN Indonesia 28 Maret 2019: 1.155 kasus, 102 meninggal, 59 sembuh.

Upaya Pemerintah dalam menanggulangi bencana non alam ini sudah dilakukan. Mulai dari Presiden mengeluarkan himbauan serta berbagai kebijakan terakit sampai pada semua kepala daerah mengambil kebijakan dan tindakan terhadap penularan virus corona. Warga dihimbau untuk tinggal di rumah dan bekerja di rumah. Warga dilarang bepergian ke luar daerah kecuali urusan yang sangat penting.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga turut serta dalam upaya mengatasi penularan virus covid-19. Melalui surat edaran Menteri Pendidikan sekolah diliburkan bahkan Ujian Nasional ditiadakan tahun ini. Anak-anak dihimbau untuk belajar di rumah di bawah pengawasan orang tua. Sekolah-sekolah pun berlomba-lomba melaksanakan pembelajaran secara online atau dalam jaringan (daring). Para guru melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media seperti website yang menyediakan learning  management system (LMS) dan media sosial populer.

Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merespon cepat kondisi ini. Pusdatin meluncurkan program Sajian Pembelajaran Duta Rumah Belajar atau disingkat SAPADRB. Pembelajaran melalui SAPADRB ini dilakukan dengan video conference sehingga siswa seluruh Indonesia dapat mengikuti secara interaktif. Guru yang mengajar adalah para Duta Rumah Belajar seluruh Provinsi mulai Angkatan 2017-2019. Program SAPADRB ini tersedia pada jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan SLB.  Pembelajaran dalam jaringan berupa video conference ini telah berlangsung selama dua minggu. Setiap hari peserta yang bergabung terus mengalami peningkatan yang besar. Misalnya pada hari Jumat 27 Maret kemarin pada jenjang SMA  peserta vicon mencapai 600 lebih.  Hal ini menunjukkan bahwa minat siswa untuk belajar secara online terus meningkat.

Selain itu para Duta Rumah Belajar yang tersebar di seluruh Indonesia juga aktif melaksanakan pembelajaran secara daring baik pada tingkat sekolah maupun di daerah masing-masing. Beberapa Duta Rumah Belajar aktif mengajar melalui Radio RRI Pro 2 di masing-masing daerah. Ada juga yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran daring sebagai pengganti tatap muka di sekolah. Para Duta Rumah Belajar tidak hanya memiliki kemampuan atau kompetensi profesional sebagai guru akan tetapi mereka juga memiliki kemampuan IT yang menunjang perkembangan teknologi dan situasi saat ini.

Di sisi lain Pusdatin juga terus meningkatkan layanan pada Portal Rumah Belajar. Berdasarkan website https://belajar.kemdikbud.go.id pengertian Rumah Belajar adalah Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis. Sampai saat ini Rumah Belajar telah digunakan oleh 240.856 guru dan 588.716 siswa. Rumah Belajar meneydiakan berbagai fitur diantaranya Sumber Belajar, Laboratorium Maya, Bank Soal, Kelas Digital, Modul Digital, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, Buku Sekolah Elektronik, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Karya Guru, Karya Komunitas dan Karya Bahasa dan Sastra.

Sampai pada hari ini dengan perkembangan virus corona yang terus meningkat, pembelajaran daring akan terus menjadi solusi pengganti belajar tatap muka di sekolah. Pusdatin bersama para Duta Rumah Belajar terus berupaya menghadirkan layanan  terbaik untuk anak-anak Indonesia seperti slogan Rumah Belajar yaitu belajar dimana saja,kapan saja dan dengan siapa saja.

Pesan saya sebagai penulis mari ikuti himbauan pemerintah #stayhome #workfromhome, jangan tunggu lockdown sebelum kita semua shutdown.  Jadikan kesempatan ini sebagai momentum persatuan bangsa untuk saling peduli tanpa sekat perbedaan.

Jamaluddin, S.Pd, Gr

Duta Rumah Belajar Papua Barat 2019

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pusdatin Kemendikbud Hadirkan Solusi Belajar Online ditengah Wabah Virus Corona"