#AksiBersihManokwariku Bersama GGD, Siswa-siswi SMP SATAP Mansinam dan Warga.

Relawan #AksiBersihManokwariku

MANOKWARIKU.INFO – Kamis (24/3), Tim Peduli Sampah Manokwari yang terdiri atas peserta Guru Garis Depan (GGD) Manokwari mulai bergerak menuju lokasi, Pulau Mansinam-Papua Barat, sekitar pukul 07.15 WIT dengan menggunakan perahu di Dermaga Kwawi. Perjalanan dari Dermaga Kwawi menuju Pulau Mansinam memakan waktu sekitar 15 menit.

Sesampai di lokasi, tim segera beraksi karena di lokasi penurunan sampah sudah menyambut kami. Salah satu anggota tim segera membagi kantong sampah yang akan digunakan untuk mempermudah pengumpulan sampah yang berserakan. Masing-masing anggota sudah mendapatkan kantong, maka segera mungkin kami mengumpulkan sampah yang berjajar memenuhi pinggiran Pantai Mansinam. Sekitar lima menit kami sibuk mengumpulkan sampah, datanglah siswa-siswa SMP Negeri Satu Atap Mansinam yang ikut bergabung membantu kami. Tak hanya mereka, wakil kepala SMP Negeri Satu Atap Mansinam, Pieter Rumbruren, dan beberapa warga sekitar pantai pun ikut bergabung membersihkan pantai dari sampah.

sampah plastik Pulau Mansinam

Awalnya, kami merasa kewalahan melihat banyaknya sampah di pinggiran pantai tersebut. Pantai terlihat layaknya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), padahal pantai ini merupakan pintu masuk menuju Pulau Mansinam, pulau tempat masuknya Injil pertama di Tanah Papua.

Meskipun gerimis ikut menemani kami, semangat kami tetap berkobar terutama semangat siswa-siswa SMP Negeri Satu Atap Mansinam. Beberapa siswa yang tinggalnya dekat lokasi sempat pulang untuk mengambil sapu penggaruk. Ada pula yang mengambilkan minyak tanah yang digunakan untuk membantu proses pembakaran.

Sekitar sembilan puluh menit, sampah sudah selesai kami kumpulkan ke beberapa titik lokasi dan siap dibakar.

Beberapa kali proses pembakaran tidak berhasil karena sampah terlalu basah. Meskipun menggunakan bantuan minyak tanah, pembakaran masih juga belum berhasil. Akan tetapi, kami yang bertugas membakar sampah tidak cepat menyerah. Cara-cara dilakukan hingga sampah berhasil dibakar.

Sekitar pukul 10.00 WIT, usaha kami pun tak sia-sia. Pantai tampak jauh lebih bersih dibanding sebelumnya. Kebersihan pantai membawa ceriaan lebih dari siswa SMP Negeri Satu Atap Mansinam. Hal ini ditunjukan dengan keceriaan mereka berenang di pantai  dan bermain pasir yang putih. Kami pun juga tak ingin melewatkan moment bermain bersama mereka di Pantai Mansinam yang sudah bersih dari sampah-sampah.

Tim Relawan mendapat makanan yang di sediakan keluarga Bapak Pieter Rum

Selain ikut bermain dengan mereka, kami menikmati suguhan air kelapa muda dari siswa-siswa SMP Negeri Satu Atap Mansinam. Tak hanya itu, ketika kami hendak beranjak pulang, wakil kepala SMP Negeri Satu Atap Mansinam mengajak kami untuk makan bersama. Ternyata Beliau dengan istrinya sudah menyiapkan makanan buat kami. Sungguh sambutan yang luar biasa buat kami.

Pantai Mansinam Setelah Dibersihkan

Sekitar pukul 12.00 WIT kami siap menyeberang kembali menuju Dermaga Kwawi.

Kami, tim Peduli Sampah Manokwari mengucapkan terima kasih kepada Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap Mansinam, Bapak Pieter Rumbruren, beserta keluarga; Siswa SMP Negeri Satu Atap Mansinam; dan Masyarakat Pulau Mansinam atas kerja sama dan sambutannya.

Laporan Ervin
Penanggungjawab : Djamal Dj
Koordinator Lapangan : Agnes, Haeran, Mul
Konsumsi : Mevy, Titin, Suhanda
Relawan : Tim GGD Manokwari