ANDA,Kita adalah Nahkoda – Aprisal Al Nahli

1165 views

Aprisal Al Nahli

Hari ini, Rabu (17/2/2016) bertepatan dengan pelantikan para Bupati/Wakil Bupati terpilih se Sulawesi-Selatan dan bahkan se_Indonesia, yang baru saja melaksanakan pesta demokrasi serentak 09 Desember 2015. Mari kita sejenak menghembuskan doa agar para pemimpin yang baru terpilih menjadi amanah dan bertanggung jawab pada rakyat/daerah yang di pimpinnya.

Di hari yang bersamaan ratusan calon pendidik dari LPTK UNM akan dilantik pula sebagai Guru Profesional dengan gelar “Gr”. Ratusan pasang mata akan tertuju ke gedung menara Phinisi Universitas Negeri Makassar, salah satu kampus pencetak calon pendidik. Di tempat inilah akan digelar pelantikan para calon pendidik dengan predikat Guru Profesional “Gr”. Tentu saja para calon pendidik ini tidak serta merta dilantik begitu saja tapi mereka harus melewati beberapa tahapan sama halnya dengan para Bupati/Wakil Bupati yang terpilih. Para pemegang mandat gelar “Gr” mereka harus melewati proses pendidikan minimal 6 tahun ( 4 tahun di bangku perkuliahan untuk menyelesaikan studi S1, 1 tahun mengabdi dipelosok (SM-3T) sebagai bekal pemantapan wawasan kebangsaan, 1 tahun di bangku PPG sebagai bekal pemantasan) dari semua tahapan yang di lewati harus melalui proses uji kompetensi akademik. Melihat dari rentetan yang harus ditempuh oleh para calon pendidik ini, maka hemat saya predikat Guru Profesional “Gr” sangat pantas disematkan pada mereka.

Prosesi pelantikan para calon pendidik dengan gelar “Gr” atau dengan kata lain guru profesional, bukan hanya dilakukan dikampus Universitas Negeri Makassar, tapi seluruh LPTK yang diberikan amanah oleh KemristekDikti sebagai penyelenggara Pendidikan Profesi Guru pasca SM-3T dan ini bukan yang kali pertama dilakukan tapi ini adalah tahapan ketiga sejak diluncurkannya program SM-3T yang digagas oleh Kemdikbud pada tahun 2011 (sekarang KemristekDikti red). Efouria dan suka cita tentu saja mewarnai momentum yang sangat berbahagia ini. Tidak hanya bagi para calon pendidik yang sebentar lagi akan disematkan gelar baru dipundaknya dan atau para orang tua yang menyaksikan anaknya menerima gelar itu, tetapi juga bagi masyarakat umum terutama anak-anak didik yang ada dipelosok yang sangat menanti kehadiran guru yang berhati mulia serta sarat dengan karya.

Satu hal yang patut menjadi renungan bersama bahwa proses pelantikan ini bukanlah sekedar menyematkan gelar dipundak lalu bertepuk dada bahwa anda (kita) yang paling terhebat dan terhenti sampai disni lalu melupakan eksistensi dari fungsi gelar itu, namun ada tanggung jawab yang lebih besar yang harus dipikul dipundak anda (kita). Ini adalah langkah pertama dari serangkaian tahapan dalam mewujudkan janji Indonesia. Setelah anda (kita) disematkan sebagai guru profesional “Gr” maka pada saat itulah anda (kita) menjelma menjadi nakhoda yang akan memegang kemudi perahu dalam berlayar (bukan lagi sebagai penumpang,red) menuju pemerataan pendidikan, maju bersama mencerdaskan anak bangsa tanpa harus ada yang tertinggal agar sampai pada pulau harapan yaitu mewujudkan generasi emas Indonesia.

Sekali lagi saya nyatakan bahwa saat anda telah disematkan sebagai “Guru Profesional” maka pada saat itu pula di pundak anda berjejal tanggung jawab pada bangsa khususnya dibidang pendidikan dan harapan ratusan juta anak bangsa untuk mendapatkan transfer ilmu dari anda. Mereka kini menjadi penumpang dari perahu yang anda kemudikan, sikap dan karakter mereka dalam membentuk cara pandang terhadap Republik ini, akan sangat bergantung pada bagaimana anda memperlakukan mereka di ruang kelas. Oleh karena itu jadilah nakhoda yang piawai mengemudikan perahu di tengah derasnya arus, sebab kita punya andil yang begitu besar dalam menyiapkan pola pikir anak didik dalam menatap masa depannya dan masa depan Indonesia. Maju dan mundurnya/hancurnya masa depan generasi Indonesia sangat berpengaruh di tangan anda (kita) sebagai pendidik.

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.