ANDA,Kita adalah Nahkoda – Aprisal Al Nahli

1229 views

Aprisal Al Nahli

Dan pada dasarnya anda (kita) sebagai nakhoda, penumpang tidak menuntut banyak, hanya perlu tuntunan cara-cara menyelamatkan diri sebelum kemungkinan terburuk terjadi dan yang bisa mengantarkannya dengan selamat pada labuan yang akan dituju. Sebagai pendidik, sebaiknya seperti itu pula kita memandang anak bangsa , bahwa sesungguhnya anak-anak dipelosok yang akan dan sementara bersekolah hanya ingin memperoleh jaminan bahwa mereka masih tetap bisa bersekolah dengan kehadiran para pendidik, seperti halnya di kota-kota besar agar bisa mewujudkan cita-citanya dan turut berperan dalam membangun bangsa dan negaranya. Nah, untuk mewujudkan itu tentunya harapan yang paling mendasar dan besar ada di pundak anda, kesadaran anda yang sangat di butuhkan sebagai seorang pendidik dengan status yang melekat “Guru Profesional” untuk mewujudkan harapan mereka . Hanya itulah yang dibutuhkan oleh mereka tidak lebih dari itu.

Sebagaimana yang disampaikan oleh seorang pemerhati pendidikan, Robert Maynard Hutchins “The object of Education is to prepare the young to educate themselves throughout their lives” (tujuan pendidikan itu untuk menyiapkan anak muda agar bisa mendidik dirinya sendiri sepanjang hidupnya). Ini adalah salah satu pandangan tentang pendidikan, dan semoga kita semua bersepakat bahwa salah satu peranan pendidik dalam dunia pendidikan adalah bagaimana menjadikan pendidikan untuk memanusikan manusia yang seutuhnya, mandiri dan bertanggung jawab penuh pada diri dan bangsanya. Bukan menciptakan manusia yang terus menerus bergantung pada bangsanya atau lebih buruk lagi menjadi kacung pada bangsanya sendiri.

Oleh karena itu, saya ingin mengajak dan mengingatkan pada anda dan terkhusus pada diri saya pribadi agar tidak menjadi bagian dari sejarah kelam perjalanan pendidikan Indonesia. Jangan sampai anda (kita) menjadi bagian dari nakhoda yang karang di tengah perjalanan pada hal anda (kita) sudah diilhami dengan predikat keilmuan mendidik yang mumpuni untuk mengemudikan perahu Negeri, agar para penumpang sampai pada pulau harapan. Keberadaan anda (kita) adalah sebagai pelaku sejarah. Jika sejarah yang kelak akan tercipta ibarat kaligrafi, maka sebaiknya riaslah sejarah itu dengan seindah mungkin, sebaik-baik kaligrafi.

Akhir kata Saya ucapakan, selamat datang di panggung pengabdian, selamat mengemudikan perahu negeri hingga mengantarkan ke Pulau harapan.

Selamat mengabdi, selamat mewujudkan generasi emas Indonesia.
Salam SM-3T. Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia.*

 

* Aprisal Al Nahli, Alumni SM-3T PPG angkatan I, Eks Pendidik Bosowa International School Makassar, Eks Fungsionaris LK UNM. Tenaga pendidik Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Sumba Timur.
Email : aprisal.alnahli@yahoo.com

#…Sumba Timur, 17 Februari 2016.

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.