GGD Manokwari Bersama Gol A Gong Mengedukasi Anak Negeri di SD Inpres 17 Warmare

 

Pada Hari Senin Tanggal 5 November 2018 telah berlangsung kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) yang di selenggarakan oleh Guru Garis Depan Manokwari. Guru GGD tersebut tergabung dalam BaseCare Edukasi Manokwari. Rangkaian Kegiatan MeAN berlangsung selama 2 hari berturut-turut.

Satu hari sebelumnya telah dilakukan persiapan di lokasi MeAN yakni SD Inpres 17 Warmare. Beberapa Guru GGD mendatangi lokasi untuk memasang spanduk, membersihkan ruangan, mengatur kursi dan berbagai kebutuhan sarana dan prasarana lainnya. Persiapan ini dibantu oleh anak-anak yang berdomisili di sekitar sekolah. Tidak ketinggalan juga para guru berdatangan membantu persiapan MeAN.

Hari Pertama, Senin 5 November 2018

Pembukaan MeAN dilaksanakan pada pukul 08.00 WIT. Selesai shalat subuh Djamal bergerak lebih awal untuk menjemput Gol A Gong yang menginap di salah satu Hotel di Kota Manokwari. Mengendarai mobil Avanza putih, mobil yang selama ini selalu menjadi transportasi andalan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh BaseCare Edukasi Manokwari. Perjalanan ditempuh selama 2 jam pulang – pergi. Pada kesempatan menjemput Gol A Gong, Djamal selama 2 kali singgah untuk menjemput Hasmadhani dan Safei. Selain itu Safei juga membawa beberapa dus buku untuk didonasikan pada kegiatan MeAN.

Sementara Pasangan GGD Hendra Sucipto bersama Istrinya Lensi Pakili, lebih awal menuju sekolah untuk melatih anak-anak baris-berbaris di pagi hari. Kegiatan baris-berbaris dilaksanakan untuk mengisi waktu pagi sebelum pembukaan dimulai. Kepala Sekolah Pak Lewi turut membantu dan mendampingi mengumpulkan anak-anak di lapangan.

Om Lerry yang bukan guru GGD tapi merupakan aktivis yang selama ini sering membantu berbagai kegiatan Basecare Edukasi Manokwari tak ketinggalan. Om Lerry lebih duluan datang di lokasi untuk mempersiapkan ruangan. Dua ruang kelas yang terpisah oleh sekat papan yang bisa dilepas, dibuka agar memuat semua siswa pada kegiatan pembukaan. Kedua ruang kelas tidak sama, satu ruang direnovasi sehingga masih tersisa peralatan pertukangan, sedangkan ruang sebelah belum dilakukan renovasi. Peralatan tersebut dipinggirkan sementara oleh anak-anak.

Pukul 08.00 rombongan Gol A Gong tiba di lokasi. Kedatangannya bersamaan dengan rombongan Guru GGD dari Distrik Masni. Hadir pula Berlin Cipta Pratama, Isrin Rusli dan Ika Febriana, meskipun jarak sekolah mereka begitu jauh tapi tanggung jawab sebagai GGD membuat mereka merasa jarak cukup dekat untuk hadir pada MeAN. Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Sekolah dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Bapak Naftali Asmuruf. Walaupun baru pertama bertemu Gol A Gong perbincangan mereka langsung terlihat akrab.

Posisi Pemandu acara diambil alih oleh Safei. Safei berdiri menggunakan rompi khas GGD dan mulai membuka acara.  Acara pertama adalah doa yang dipimpin Bapak  Yakobus. Harapannya agar kegiatan Mengedukasi Anak Negeri yang berlangsung selama 2 hari memperoleh restu dari Tuhan sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Selanjutnya sambutan pertama oleh Jamaluddin selaku Ketua Basecare Edukasi Papua Barat. Dalam sambutannya Jamaluddin menyampaikan bahwa MeAN ini merupakan program yang terus digiatkan para Guru Garis Depan bukan hanya yang ada di Manokwari tapi seluruh Indonesia.

‘’Saya mewakili teman-teman GGD berharap kegiatan ini bernilai manfaat. Di Manokwari MeAN kali ini merupakan yang ke-6 sejak mulai dilaksanakan pada tahun 2016 lalu. Kami selalu berusaha di setiap kesempatan untuk melaksanakan MeAN. Selain kami berharap bisa menggerakan literasi bagi anak-anak, memotivasi dan mendorong semangat belajar anak-anak daerah pinggiran, MeAN juga sebagai sarana silaturrahmi antara guru GGD dengan guru yang ada di sekolah sasaran MeAN’’, dijelaskan Jamaluddin dalam sambutannya.

Sambutan Kedua oleh Kepala Sekolah Bapak Lewi. Beliau menyambut baik kedatangan guru GGD dan rombongan ke sekolah yang dipimpin beliau.

‘’Saya sangat senang dengan kedatangan bapak-ibu Guru Garis Depan untuk Mengedukasi Anak Negeri di sekolah kami. Saya baru 3 bulan menjadi kepala sekolah di sini jadi saya memohon maaf jika kami hanya bisa menyambut dengan kondisi yang begitu sederhana. Semoga bapak-ibu guru senang berkegiatan di sini.’’ Ungkap Bapak Lewi dalam sambutan singkatnya.

Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri resmi dibuka oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus X Warmare Bapak Naftali Asmuruf. Sebelum membuka secara resmi, beliau bercerita tentang pengalamannya menjadi kepala sekolah pada tahun 2005 di sekolah ini. Beliau juga menginspirasi dengan berbagi pengalaman menjadi guru berdedikasi.

‘’Sebelum saya membuka secara resmi kegiatan ini, saya ingin sedikit bercerita. Dulu saya pernah mejandi Kepala Sekolah di sekolah ini, waktu itu namanya SD Inpres 31 Warmare. Saat kedatangan saya pertama kali keadaan di sini sulit. Kelas ada tapi tidak ada bangku sehingga sangat kesulitan untuk proses belajar-mengajar. Akhirnya saya mencoba menulis dan wartawan mendatangi saya untuk membuktikan keadaan dilapangan sebenarnya sesuai kenyataan. Dari Tulisan itu sehingga sekolah ini mulai mendapat bantuan nasional. Mulai dibangun perpustakaan, pengadaan bangku di kelas-kelas. Pengadaan meja untuk guru, kursi dan sofa. Dari situlah pentingnya literasi sehingga saya berpesan agar sekolah-sekolah, guru-guru untuk terus menggiatkan literasi,’’ ungkap Bapak Asmuruf saat kesempatan pembukaan kegiatan.

Setelah Kegiatan Pembukaan secara resmi, acara dilanjutkan dengan penyerahan donasi buku. Gol A Gong pemilik nama asli Heri Hendrayana Harris menyerahkan bantuan buku dan diserahkan secara simbolis kepada Bapak Naftali Asmuruf. Ketua Panitia MeAN Hendra Sucipto S.Pd, Gr juga menyerahkan bantuan buku yang berhasil dihimpun BaseCare Edukasi Manokwari. Jamaluddin selaku Ketua Basecare Edukasi Papua Barat juga secara simbolis meyerahkan buku yang dihimpun oleh Noken Pustaka. Selain buku bacaan, Guru Garis Depan Manokwari juga menyerahkan buku tulis, alat tulis dan peralatan menggambar untuk anak-anak SD Inpres 17 Warmare.

Gol A Gong yang merupakan pendiri sanggar Rumah Dunia mengisi kelas dengan bercerita kepada anak-anak tentang pengalaman hidupnya dari kecil sampai sekarang ini menjadi penulis buku dan novel. Gol A Gong menceritakan pengalamannya pernah mendapatkan medali emas kejuaraan bulu tangkis dunia khusus penyandang cacat. Dengan kondisi tangan kiri tekah diamputasi sejak umur 11 tahun tidak membatasinya untuk berprestasi. Di sela-sela ceritanya Gol A Gong berinteraksi dengan anak-anak, beliau meminta anak-anak untuk menceritakan cita-cita masing-masing, serta memberikan hadiah yang dibawanya dari Banten. Anak-anak sangat senang sekali, terlihat akrab riuh tawa dan tepuk tangan meriah mereka belajar bersama Gol A Gong.

Selanjutnya pada kesempatan istirahat, Om Lerry sapaan akrab dikalangan aktivis BaseCare Edukasi Manokwari datang dengan mobil membawa kue dan makanan tambahan untuk anak-anak. Pemberian makanan tambahan ini juga menjadi bagian dari kegiatan MeAN dengan harapan menambah energi dan pemenuhan gizi bagi anak-anak agar sehat dan semangat mengikuti proses belajar mengajar.

Selama istirahat siang materi dilanjutkan dengan pemutaran film animasi yang di pandu oleh Safei. Film animasi tersebut merupakan film anti korupsi dari KPK. Dalam film tersebut anak-anak diajarkan untuk memiliki karakter disiplin, jujur dan penuh rasa tanggung jawab. Karakter tersebut diharapkan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hasmadhani kemudian melanjutkan dengan mengajar anak-anak berbahasa inggris dasar. Pembelajaran dilakukan dengan animasi dan gambar-gambar yang memudahkan anak-anak belajar. Tampak kegembiraan di wajah mereka saat menerima pembelajaran dari bu guru Hasmadhani. Materi bahasa Inggris menjadi penutup kegiatan Mengedukasi Anak Negeri pada hari pertama Senin 5 November 2018.

 

Hari kedua, Selasa 6 November 2018

Sebelum pelaksanaan Mengedukasi Anak Negeri di SD Inpres 17 Warmare, Hendra Sucipto pernah beberapa kali mendatangi sekolah ini untuk membantu melatih anak-anak baris-berbaris. Selain itu di Sekolah ini masih jarang dilaksanakan Upacara bendera setiap senin, maka pak Hendra juga melatih anak-anak untuk melaksanakan upacara bendera. Pernah juga pak Hendra dibantu oleh siswa dari SMA Negeri 1 Warmare untuk membantu melatih anak-anak SD Inpres 17 Warmare.

Pagi hari ternyata hujan deras mengguyur Warmare, kegiatan outdoor yang awalnya direncanakan akhirnya batal. Ibu guru Lensi Pakili bersama kepala sekolah mengarahkan anak-masuk ke dalam kelas. Kelas dibagi menjadi dua yaitu kelas tinggi dan kelas rendah. Kelas tinggi meliputi kelas IV, V dan VI, serta kelas rendah yaitu kelas I, II, dan III.

Pada kelas tinggi anak-anak diajar oleh ibu Lensi untuk bermain puzzle. Anak-anak diminta untuk menyusun potongan  gambar pahlawan-pahlawan yang berasal dari Papua. Materi diharapakan agar anak-anak mampu mengenal pahlawannya serta belajar meneladani perjuangan para pahlawan. Bagi yang menyusun gambar dengan cepat diberi hadiah oleh ibu guru. Materi kedua dilanjutkan dengan belajar berhitung yang asyik dan menyenangkan. Ibu guru menjelaskan teknik berhitung yang cepat dan sederhana. Sesekali ibu guru memberika doorprize bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan atau soal dengan cepat dan benar.

Pada kelas rendah anak-anak diberi peralatan menggambar berupa buku gambar dan pensil crayon. Pak Hendra didampingi oleh Kepala Sekolah untuk membimbing anak-anak. Pada kelas ini, anak-anak dengan gambar terbaik juga memperoleh hadiah berupa buku dan alat tulis. Materi kedua pada kelas ini adalah bermain kata. Anak – anak diberi sekumpulan kartu yang bertuliskan huruf-huruf kapital. Mereka diminta untuk menyusun kata atau kalimat sesuai yang diucapkan oleh pak Hendra. Bagi yang mampu menyusun kartu huruf menjadi kalimat yang benar juga memperoleh hadiah.

Sebelum penutupan kegiatan, Pak Djamal datang membawa makanan tambahan untuk anak-anak. Pemberian makanan tambahan sebagai pendukung nutrisi agar anak anak tetap bersemangat belajar. Pak Djamal kemudian memandu penutupan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di SD Inpres 17 Warmare.

‘’Kami atas nama Guru Garis Depan Manokwari dan teman-teman yang tergabung dalam Basecare Edukasi Manokwari Papua Barat serat pihak-pihak yang telah membantu mengucapkan permohonan maaf jika terdapat berbagai kekurangan selama kegiatan berlangsung. Kami juga berterima kasih kepada kepala sekolah, dewan guru, masyarakat dan anak-anak yang telah menyambut baik kegiatan MeAN ini.’’ Ungkap Pak Djamal saat penutupan.

‘’Besok masih mau MeAN?’’ tanya Pak Djamal disela-sela penutupan

‘’Mauuuuuuu,’’ teriak anak-anak seolah berharap MeAN masih dilanjutkan esok hari.

Kepala sekolah kemudian menutup secara resmi kegiatan dengan dengan menyampaikan terima kasih kepada Guru Garis Depan yang telah datang ke Sekolah untuk Mengedukasi Anak Negeri. Beliau juga berharap kedepannya agar kegiatan yang serupa bisa terulang lagi di sekolah ini. Setelah doa penutup Anak-anak kemudian bersalaman dengan Kepala Sekolah dan  Guru Garis Depan sebelum meninggalkan lokasi.*dj

 

author
talk les do more
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "GGD Manokwari Bersama Gol A Gong Mengedukasi Anak Negeri di SD Inpres 17 Warmare"