GURU GARIS DEPAN SORONG SELATAN MENGEDUKASI ANAK NEGERI 4 DISTRIK 12 SEKOLAH DI KABUPATEN SORONG SELATAN, PAPUA BARAT

Mengedukasi Anak Negeri GGD Sorong Selatan Bersama Masyarakat SM-3T Institute

Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Sorong Selatan yang berjumlah 123 orang tersebar di wilayah daratan dan pinggiran (pesisir) atau di 9 Distrik (Kecamatan), 36 kampung, dan 45 sekolah. Dari sekian sekolah penugasan GGD, 36 sekolah diantaranya berada di wilayah IMEKKO (Inanwatan, Matemani, Kais, dan Kokoda) dengan jumlah GGD yang tersebar di wilayah tersebut sebanyak 107 orang. IMEKKO berada di wilayah pesisir Kabupaten Sorong Selatan yang secara geografis satu daratan dengan wilayah lainnya, namun akses jalan darat yang belum tersedia sehingga satu-satunya akses menuju lokasi kegiatan adalah melalui jalur laut dan sungai yang ditempuh menggunakan alat transportasi Longboat (perahu).

Empat Belas bulan mengabdi dan berbakti untuk kemajuan pendidikan, GGD telah memotret dan merekam berbagai kebutuhan layanan pendidikan di wilayah IMEKKO. Kehadiran GGD telah memberikan perubahan besar khususnya dalam meningkatkan tingkat partisipasi peserta didik di sekolah. Meningkatnya angka partisipasi, perlahan akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan yang saat ini masih sangat rendah. Atas kondisi tersebut, 123 orang GGD Kabupaten Sorong Selatan telah membentuk program “Mengedukasi Anak Negeri” sebagai kegiatan yang dapat berkontribusi dalam upaya percepatan pembangunan dan pemerataan pendidikan serta menjadi jawaban dari kegelisahan dan kepedulian terhadap pendidikan kabupaten Sorong Selatan. Kegiatan “Mengedukasi Anak Negeri” dengan menyusun tema “Menginspirasi Dari Pinggiran Menuju Kemandirian IMEKKO” dengan tujuan memberikan motivasi dan inspirasi bagi masyarakat wilayah pesisir untuk membangun pendidikan sebagai gerbang kemajuan sumber daya manusia yang cerdas, unggul, dan terampil.

Kegiatan “Mengedukasi Anak Negeri” dilaksanakan pada tanggal 11 sampai 19 Maret 2019 di Empat Distrik (Inanwatan, Matemani, Kais, dan Kokoda) dengan melibatkan 12 Sekolah (SD YPK Yahadian Distrik Kais, SD YPK Mugim dan SMP Negeri I Mugim Distrik Matemani, SD Inpres 21 Tarof, SD Inpres 22 Nebes, SD Inpres 62 Siwatori, SMP Negeri I Kokoda Distrik Kokoda, SD Inpres 91 Isogo, SD Inpres 10 Inanwatan, SD YPK Bethel Inanwatan, SMP Negeri I Inanwatan, dan SMP YPK Inanwatan Distrik Inanwatan bertempat di 8 lokasi berbeda. Kegiatan yang dilaksanakan selama 9 hari di wilayah IMEKKO. Berbagai kegiatan meliputi Gerakan Literasi, Karya Kreatif, Olahraga dan Seni, Gerakan Ayo Sehat, Penguatan Karakter, Kerohanian, Donasi 1001 Seragam, Gerakan “Kawan Budi”, dan Kiat Sukses Ujian Nasional.

DISTRIK KAISSD YPK YAHADIAN, 11 MARET 2019
Mengedukasi Anak Negeri dengan kegiatan Gerakan “Ayo Sehat” yang dilaksanakan oleh GGD Penugasan SD YPK Yahadian merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap tingkat kebersihan dan kesehatan anak di kampung Mugim distrik Matemani. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan 50 Paket sikat gigi dan sabun mandi. Setelah dibagiakan, GGD bersama peserta didik langsung mendemonstrasikan cara menggosok gigi yang benar secara massal di halaman sekolah. Kegiatan ini dimaksudkan agar peserta didik dapat membiasakan diri hidup bersih khususnya menggunakan sikat gigi dan sabun saat mandi.

DISTRIK MATEMANISD YPK MUGIM, 12 MARET 2019
Pukul 04.00 WIT, Tim Edukasi telah bergegas menuju Pelabuhan “Ampera” untuk berangkat ke lokasi kedua yaitu SD YPK Mugim dan SMP Negeri I Mugim Distrik Matemani dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Distrik Matemani merupakan lokasi kedua dari yang sebelumnya kegiatan Mengedukasi Anak Negeri dilaksanakan di SD YPK Yahadian Distrik Kais. Kedatangan Tim Edukasi di Kampung Mugim untuk Mengedukasi Anak Negeri di SD YPK Mugim dan SMP Negeri I Mugim Distrik Matemani mendapatkan sambutan yang hangat dari peserta didik dan masyarakat Mugim.

Selama kurang lebih 3 jam berada di Kampung Mugim, Tim Edukasi bersama GGD Penugasan SD YPK Mugim telah mendemonstrasikan penggunaan Pewarna Tekstil (Wantex) untuk mengubah pakaian kusam dan kotor menjadi pakaian layak pakai.

Kegiatan ini sangat bermanfaat, mengingat kondisi ketersediaan air bersih di Kampung Mugim sangat terbatas sehingga masyarakat menggunakan air tidak layak dalam kegiatan rumah tangga seperti mencuci sehingga pakaian lebih cepat kusam.

Kegiatan kedua yang dilaksanakan di SD YPK Mugim adalah penyerahan bantuan seragam sekolah sebagai bagian dari program Donasi 1001 Seragam kepada peserta didik kurang mampu dengan tujuan untuk menciptakan keseragaman status sosial di lingkungan sekolah. Dengan adanya keseragaman pakaian sekolah akan membentuk kepercayaan diri peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.

Kegiatan ketiga di SD YPK Mugim yaitu Peresmian Taman Baca sebagai bentuk dukungan dalam penyediaan wahana belajar dalam rangka penggiatan gerakan literasi sekolah. Taman Baca tersebut diberi nama “Rubenang” yang dalam bahasa masyarakat Mugim berarti pohon sagu yang mulai tumbuh. Diharapkan di taman baca ini akan tumbuh generasi unggul khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik yang saat ini masih terbatas terlebih kemampuan calistung.

SMP NEGERI I MUGIM, 12 MARET 2019

SMP Negeri I Mugim merupakan sekolah baru yang menjadi sekolah dampingan GGD Sorong Selatan. Sejak berdiri tahun 2016, Sekolah ini belum memiiki bangunan sendiri sehingga masih menggunakan bangunan TK dan Paud sebagai ruang pembelajaran. Pada Tahun 2018, GGD telah melakukan pendampingan dalam perbaikan SK Pendirian dan Penerbitan NPSN Sekolah, kemudian pada tahun 2019, GGD kembali memberikan pendampingan dalam permohonan Unit Sekolah Baru (USB) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan atas kerja bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sorong Selatan, permohonan  tersebut akan segera direalisasikan pada tahun ini.

Mengedukasi Anak Negeri yang dilaksanakan di SMP Negeri I Mugim adalah penyaluran Donasi buku pelajaran dan Bank Soal USBN bagi peserta didik kelas IX yang pada tahun ini akan mengikuti ujian nasional dan menjadi alumni pertama SMP Negeri I Mugim. Donasi buku tersebut merupakan program Peduli Pendidikan yang kami sebut Gerakan “KAWAN BUDI” (Kita Dermawan Buku Untuk Pendidikan Indonesia). 

Setelah melaksanakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri SD YPK Mugim dan SMP Negeri Mugim, tim edukasi melanjutkan perjalanan menuju Kampung Tarof Distrik Kokoda dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam.

DISTRIK KOKODA12 MARET 2019
Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di Distrik Kokoda tepatnya di Kampung Tarof ini diawali dengan perjalanan kurang lebih 3 jam dari Kampung Mugim Distrik Matemani yang sebelumnya dilaksanakan kegiatan yang sama.

Pukul 17.13, Tim edukasi tiba di kampung tarof dan disambut hangat dengan tarian khas distrik Kokoda diiringi musik tipa dari peserta didik SMP Negeri 1 Kokoda dan warga. Pengalungan Makera (sejenis aksesoris khas Kokoda yang terbuat dari pucuk daun sagu) sebagai penghormatan kepada para tim edukasi yang baru saja tiba menambah kehangatan penyambutan.

Di distrik Kokoda, kegiatan Mengedukasi Anak Negeri dilaksanakan di 2 lokasi dengan melibatkan 4 sekolah yaitu SD Inpres 21 Tarof, SD Inpres 22 Nebes, SD Inpres 62 Siwatori, dan SMP Negeri I Kokoda. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 13 sampai 15 Maret 2019. Untuk kegiatan Mengedukasi Anak Negeri dengan peserta SD yang menjadi tuan rumah adalah SD Inpres 21 Tarof dan 2 sekolah lainnya menjadi sekolah undangan dengan mengutus peserta dari masing-masing sebanyak 5 orang. 

Semangat peserta didik khususnya sekolah undangan untuk mengikuti kegiatan Mengedukasi Anak Negeri sangat tinggi. Untuk SD Inpres 22 Nebes harus menempuh perjalanan melalui sungai menggunakan perahu katingting selama kurang lebih 1 jam sedangkan peserta didik SD Inpres 62 Siwatori harus menempuh jarak 4 km dengan berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti kegiatan mesti harus berjalan kaki dan menggunakan perahu katinting selama 3 hari untuk mengikuti kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di Kampung Tarof.

Antusiasme kegiatan ini juga ditunjukkan oleh orang tua peserta didik. Mereka rela mengantar anaknya dari kampung, khususnya dari Kampung Siwatori dengan berjalan kaki sambil membawa bekal berupa makanan dan minuman. Begitu pun dengan Kepala Sekolah, dengan setiap mendampingi peserta didik mereka selama 3 hari kegiatan.

13 MARET 2019

Pada hari pertama kegiatan Mengedukasi Anak Negeri, empat kegiatan telah dilaksanakan yaitu Pembukaan kegiatan edukasi, Peresmian Taman Baca Eme Yode, Penguatan Pendidikan Karakter, dan Sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

PEMBUKAAN

Kegiatan Pembukaan untuk seluruh peserta dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Kokoda dipandu Rahayuning Fitriya Hariyati, S. Pd., Gr., sebagai pembawa acara. Sambutan pertama disampaikan oleh Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., selaku Direktur Masyarakat SM-3T Institute yang turun langsung pada Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri Kabupaten Sorong Selatan. “kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di Kabupaten Sorong Selatan merupakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) yang ke 54 yang dilaksanakan Masyarakat SM-3T Indonesia. Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri (MeAN) yang dilaksanakan oleh GGD Sorong Selatan merupakan Mengedukasi Anak Negeri maraton semacam road show karena melibatkan 12 sekolah dengan 8 lokasi termasuk 5 lokasi kegiatan tempatnya berjauhan. Namun dengan cinta dan kepedulian, kita telah menembus lautan lautan yang berombak dan deras sungai yang memiliki resiko tinggi untuk melaksanakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri” tuturnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh salah satu Kepala Sekolah dari Sekolah Undangan, “Saya mengucap syukur atas perlindungan Tuhan dan terima kasih kepada pemerintah yang menghadirkan GGD di setiap sekolah. Terima kasih atas pekerjaan mulianya” ungkapnya.

Sambutan ketiga sekaligus membuka kegiatan disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 1 Kokoda, Bapak Onismus Bodory, S.Th. Dalam sambutannya beliau mengharapkan agar kegiatan seperti ini terus berlanjut khususnya di SMPN 1 Kokoda. Sebagai acara penutup pada kegiatan pembukaan, Kepala SMP Negeri 1 Kokoda membuka kegiatan Mengedukasi Anak Negeri dengan memukul tipa sebagai tanda kegiatan Mengedukasi Anak Negeri dibuka secara resmi.

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

Setelah acara pembukaan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri selesai, dilanjutkan dengan kegiatan Penguatan karakter dengan peserta seluruh peserta didik SD dan SMP. Penguatan Karakter ini dibawakan langsung oleh Komandan Pos TNI Distrik Kokoda, Bapak Wahyudi dan Bapak Akhiruddin S. Pd., M. Pd., Gr. Dalam kegiatan ini, Komandan Pos menyampaikan bahwa kegiatan Mengedukasi Anak Negeri ini dapat menciptakan anak-anak muda bangsa yang mencintai budaya baca dan memiliki karakter yang berbudi baik.  

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Perilaku hidup bersih dan sehat ini dipaparkan oleh Abdul Rahman Kasim, S. Pd.,Gr. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat agar dalam kegiatan pembelajaran peserta didik memiliki semangat dan konsentrasi yang cukup sehingga mampu menyerap ilmu pengetahuan secara optimal. Selanjutnya kegiatan hari ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada beberapa peserta didik sebagai duta literasi.

PERESMIAN TAMAN BACA EME YODE

Kegiatan selanjutnya adalah peresmian Taman Baca Eme Yode yang dilakukan oleh Bapak Akhiruddin, S. Pd., M. Pd., Gr., dengan menggunting pita sebagai tanda taman baca ini siap digunakan oleh masyarakat Eme Yode Kokoda.

14 MARET 2019

Pada hari kedua ini, kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari tiga jenis kegiatan yaitu literasi, hasta karya, dan kerohanian.

SEKOLAH DASAR
CALISTUNG
Kegiatan calistung diadakan secara outdoor di halaman SMP N 1 Kokoda yang dikoordinir oleh Heni Widiastuti, S. Pd., Gr. Teknisnya yaitu peserta didik diberikan permainan dalam bentuk kelompok, adu ketangkasan, memberikan jawaban pada soal perhitungan dengan cepat dan benar, menebak gambar apa yang disajikan, serta mencocokkannya dengan kata yang telah disediakan.

Masing-masing kelompok beradu dengan cepat hingga mampu menyelesaikan soal-soal dengan benar. Soal-soal yang telah dibuat dalam bentuk kartu digantung bersama dengan jawabannya pada penggantung yang telah disediakan. Masing-masing anggota kelompok harus berlari melewati rintangan untuk sampai ke papan penggantung untuk menggantungkan jawaban, lalu kembali ke dalam barisan kelompoknya dan dilanjutkan oleh teman sekelompoknya yang lain untuk mengerjakan soal yang berbeda. Kelompok yang paling banyak benar akan tampil sebagai pemenang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih peserta didik agar mampu berpikir cepat dan tepat serta menumbuhkan rasa bahagia saat belajar karena belajar calistung kali ini diwujudkan dalam bentuk permainan. Diakhir kegiatan, peserta didik diajak bernyanyi dan melakukan yel-yel untuk penambah semangat.

POHON LITERASI

Kegiatan literasi selanjutnya adalah pembuatan pohon literasi. Masih dalam bentuk kelompok, peserta didik diberikan beberapa media pendukung untuk membuat pohon literasi. Setiap kelompok dibimbing oleh dua guru yang telah ditunjuk, mereka bersama-sama akan membuat pohon literasi. Masing-masing kelompok wajib membuat pohon literasi dengan tema yang berbeda. Ada pohon literasi tentang nama-nama kampung yang ada di distrik Kokoda, pohon literasi suku kata, pohon literasi karakter, dan pohon literasi alfabet. Setelahnya perwakilan dari tiap kelompok akan menjelaskan tentang pohon literasi yang baru mereka buat. Lalu pohon literasi yang telah selesai dibuat tersebut dipajang di dinding kelas. Pembuatan pohon literasi ini dikoordinir oleh Ferawati, S. Pd., Gr., dan GGD lainnya serta didampingi oleh tim mengedukasi.

POJOK BACA DAN MADING

Peserta didik yang sudah berada dalam kelompok tadi kemudian diberi kesempatan untuk menghias pojok baca dan membuat mading sesuai dengan kreativitas mereka masing-masing. Pembuatan pojok baca ini dikoordinir oleh Rahayuning Fitria, S. Pd., Gr., sedangkan untuk pembuatan mading dikoordinir oleh Afriyani Sambayang, S. Pd., Gr. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendukung terbangunnya budaya literasi bagi warga sekolah. Budaya literasi dapat dibangun dengan menciptakan lingkungan sekolah ramah literasi yang memfungsikan lingkungan fisik sekolah, diantaranya menciptakan mading, pohon literasi, dan sudut baca di tiap kelas sehingga nantinya menumbuhkan minat baca bagi warga sekolah. Pada akhirnya membaca menjadi budaya dalam sekolah tersebut.

HASTA KARYA

Kegiatan hasta karya ini dikoordinir oleh Ruth Fricilia H. Ginting, S. Pd., Gr. Kegiatan karya kreatif yang dilakukan adalah membuat kerajinan tangan dari stik es krim dan origami, serta membuat rajutan tas dari bahan alam (noken) yaitu pucuk daun sagu yang telah dibentuk menjadi untaian tali-tali berukuran kecil. Kelompok peserta didik diberikan kegiatan yang berbeda sesuai dengan minat dan bakat mereka. Masing-masing kelompok dibimbing oleh dua orang guru yang akan mengajarkan mereka bagaimana cara membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah merangsang otak kanan peserta didik untuk terus mengasah keterampilan dan kreativitas para peserta didik serta membantu guru untuk mengetahui lebih dalam mengenai minat dan bakat dari peserta didiknya.

KEROHANIAN

Di distrik Kokoda, masyarakat hanya memiliki dua agama yaitu Islam dan Kristen, sehingga peserta didik pun dikelompokkan dalam dua ruangan. Satu ruangan untuk peserta didik beragama Islam dan ruangan yang lain untuk yang beragama Kristen. Untuk peserta didik yang beragama Islam di koordinir oleh Fadila Harun, S. Pd., Gr., dan Fatimah, S. Pd., Gr., serta didampingi oleh tim mengedukasi.

Kegiatan rohani Islam yang pertama yaitu belajar cara berwudhu dan taharah, yang kedua belajar membaca dan menulis huruf Hijayah (Iqro’), dan yang ketiga belajar gerakan sholat.

Sementara kegiatan rohani Kristen di Koordinir oleh Merlina Mumu, S. Pd., Gr., dan Ruth Fricilia H. Ginting, S. Pd., Gr. Kegiatan rohani Kristen adalah belajar berdoa, bernyanyi lagu rohani dan membaca ayat dalam Alkitab. Tujuannya adalah selain membangun fisik yang sehat dan kuat, juga menguatkan keimanan kepada Tuhan sang pencipta semesta.

Tujuannya dari kegiatan kerohanian ini adalah selain membangun fisik yang sehat dan kuat, juga menguatkan keimanan kepada Tuhan sang pencipta alam semesta. Diharapkan peserta didik menjadi lebih taqwa dalam beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

GAME EDUKATIF

Kegiatan games eduktif diantaranya: lomba memasukkan paku ke dalam botol, lomba membawa stik es krim sampai ke garis finish, estafet gelang karet menggunakan sedotan yang dimasukkan ke dalam botol, dan lomba berebut kursi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih ketangkasan, kejujuran, dan kerjasama tim serta sikap pantang menyerah.

PENYERAHAN DONASI SERAGAM

Penyerahan donasi seragam ini dilakukan oleh Katriana Elisabeth, S. Pd., Gr., untuk sekolah dasar dan untuk SMP diberikan oleh Mirnah, S. Pd., Gr. Penyerahan donasi seragam ini merupakan bentuk kepedulian terhadap peserta didik yang masih membutuhkan seragam agar mereka tetap semangat dalam bersekolah.

PENYERAHAN SERTIFIKAT DUTA LITERASI DAN PIAGAM PENGHARGAAN PENGGIAT LITERASI

Penyerahan piagam penghargaan penggiat literasi diberikan kepada GGD yang aktif menggiatkan literasi melalui taman baca, salah satunya adalah Taman Bacaan Nebes yang dipimpin oleh Ruth Fricilia Hardiyanti Ginting, S. Pd., Gr. Taman Baca Masyarakat Nebes ini, dirintis oleh Ruth Fricilia H. Ginting bersama dua orang GGD lainnya, Heni Widiastuti, S. Pd., Gr. dan Merlina Mumu, S. Pd., Gr. Untuk memberantas buta aksara di kampung ini mereka menginisiasi berdirinya taman baca ini. Alhasil, anak-anak dari kampung Nebes akhirnya sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung. Keberhasilan ketiga guru-guru GGD ini patut diapresiasi, bukan hanya pemberian sertifikat penghargaan, akan tetapi perlunya perhatian dan keterlibatan pemerintah daerah dalam memberikan bantuan kepada TBM Nebes khususnya, dan TBM yang ada di Kabupaten Sorong Selatan umumnya.

Selanjutnya kegiatan hari ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada beberapa peserta didik sebagai duta literasi. Sertifikat duta literasi ini kepada diserahkan oleh Nur Samsi, S. Pd., Gr., peserta didik yang terpilih. Duta literasi ini nantinya akan membantu para penggiat literasi untuk mengaktifkan taman baca baik yang ada di sekolah maupun di masyarakat.

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
MADING DAN PUISI
Kegiatan mading dan puisi ini dikoordinir oleh Hadriani, S. Pd., Gr., dan Dian Antika Erari, S. Pd.,Gr. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendukung terbangunnya budaya literasi bagi warga sekolah. Dimana peserta didik diberikan materi pembelajaran tentang membuat puisi. Selanjutnya peserta didik membuat sendiri puisi kemudian ditempelkan di mading yang telah disediakan.

DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK

Sampah plastik merupakan sampah yang sering banyak ditemukan dan dibuang sembarangan oleh masyarakat Katriana Elisabeth, S. Pd., Gr., merupakan penanggung jawab kegiatan daur ulang sampah plastik ini dan dibantu oleh tim mengedukasi. Dalam kegiatan mengedukasi ini, peserta didik terlebih dulu diberikan materi pembelajaran tentang dampak sampah plastik bagi lingkungan. Selanjutnya adalah peserta didik diperkenalkan tentang bagaimana memanfaatkan sampah plastik dengan mendaur ulang sampah plastik agar bernilai guna dan ekonomis. Teknis kegiatan ini yaitu peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kemudian mulai menggunting plastik-plastik yang telah disediakan, melipatnya, dan menyatukan hasil lipatan-lipatan tersebut hingga proses jahitan kemudian menjadi karya yang indah. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan daya kreativitas dan keterampilan peserta didik dan membelajarkan peserta didik pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

MEMBUAT ANYAMAN

Kegiatan lain yang dilaksanakakan pada hari kedua ini yaitu membuat anyaman tikar dari daun pandan yang dikoordinir oleh Yohanes Klau Seran, S. Si. Antusias peserta didik serta melalui tangan-tangan terampil mereka, daun pandan yang disediakan oleh guru-guru SMP Negeri 1 Kokoda dengan cepat menjadi tikar yang siap dimanfaatkan.

PENYARINGAN AIR SEDERHANA

Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Akan tetapi ada air yang bisa dimanfaatkan yang harus disaring terlebih dahulu. Berkaitan dengan hal tersebut, dua orang guru GGD yaitu Sulaeman, S. Pd., Gr., dan La Mariadi, S. Si., yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini memberikan pembelajaran tentang bagaimana cara menyaring air yang keruh sehingga nampak jernih dari warna sebelumnya. Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena sumber air bersih di wilayah IMEKKO sangat terbatas sehingga kebanyakan menggunakan air tidak layak (airnya dapat berubah-ubah menjadi sejenis warna teh, coca cola, kopi dan susu) untuk keperluan rumah tangga seperti mencuci dan mandi.

Selanjutnya adalah mempraktekkan materi yang telah diberikan melalui peralatan sederhana berupa botol air mineral ukuran 1 liter yang di bagi dua, kapas, arang, dan pasir. Kegiatan tersebut berhasil dilaksankaan dengan membandingkan hasil air sebelum dan setelah disaring. Melihat terjadinya perubahan warna dari hasil penyaringan tersebut, nampak ekspresi bahagia diwajah peserta didik karena yang mereka lakukan berhasil.

KEROHANIAN

Kegiatan rohani Islam yang dikoordinir oleh Muslimin B. Basri, S. Pd. Gr., adalah bersuci. Kegiatan bersuci yang diajarkan serta dipraktekkan adalah taharah, wudhu, dan mandi wajib. Materi ini dipilih karena bersuci merupakan syarat yang paling utama untuk melaksanakan ibadah sholat bagi seorang muslim, dan peserta didik masih banyak yang belum tahu dan paham tentang cara bersuci yang baik dan benar.  Sementara kegiatan rohani Kristen adalah belajar berdoa, bernyanyi lagu rohani dan membaca ayat dalam Alkitab. Kegiatan ini dikoordinir oleh Yohanes Klau Seran, S. Si., dan Dian Antika Erari, S. Pd., Gr.

KESENIAN

Olahraga adalah seni dan seni adalah olahraga. Mungkin hal ini cocok disebutkan pada kegiatan “Goyang Tobelo” yang dilaksanakan oleh peserta didik SMP Negeri I Kokoda. Tobelo sendiri adalah sebuah nama kecamatan yang saat ini menjadi Ibu Kota Kabupaten Halmahera Utara Propinsi Maluku Utara. Goyang Tobelo ini dikenal dari lagu dengan tarian yang berasal dari Tobelo dan menjadi lebih dikenal dikarenakan sering ditampilkan dalam acara senam massal khususnya di Indonesia bagain timur, Papua.

GAMES EDUKATIF

Lomba balap karung memiliki cerita sejarah dikarenakan permainan ini muncul sejak penjajahan Belanda hingga sekarang masih tetap eksis diperlombakan dalam memperingati hari Kemerdekaan Indonesia. Dengan munculnya berbagai permainan menggunakan teknologi sehingga GGD menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional sebagai edukasi sejarah kepada peserta didik. Saat ini, balap karung bukan sekadar lomba namun unsur hiburan lebih kuat yang dapat mengundang siapa saja untuk ikut dalam permainan ini. Bukan hanya peserta didik, GGD pun turut meramaikan lomba balap karung untuk menambah semarak Mengedukasi Anak Negeri di SMP Negeri I Kokoda.

DISTRIK INANWATANSD INPRES 91 ISOGO, SABTU 16 MARET 2019
Setelah penutupan kegiatan “Mengedukasi Anak Negeri” di Distrik Kokoda, tim edukasi melanjutkan perjalanan marathon menuju Kampung Isogo Distrik Inanwatan dengan waktu tempuh selama kurang lebih 45 menit. Kampung Isogo terletak di jalur strategis antara Distrik Teminabuan (Ibu Kota Kabupaten) dengan Distrik Kokoda. Tiba di kampung Isogo, sebuah tarian daerah (Tarian Berburu) menggunakan replika perahu dari daun kelapa. telah disuguhkan untuk menyambut tim edukasi. Tarian ini menceritakan tentang perburuan seekor burung Kasuari yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat dengan menggunakan perahu untuk masuk ke dalam hutan menyusuri sungai-sungai kecil.

Rencana sebelumnya kegiatan “Mengedukasi Anak Negeri” di SD Inpres 91 Isogo dilaksanakan selama 3 jam dengan jenis kegiatan penyaluran donasi poster literasi. Namun melihat sambutan yang luar biasa dari peserta didik, guru, dan masyarakat. Akhirnya tim edukasi menambah waktu kegiatan menjadi 1 hari. Dengan ketersediaan perlengkapan yang terbatas, mendorong kreativitas tim untuk memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar seperti pelepah pisang, menggewa (kulit siput), uli ciput (kulit kerang). Bahkan untuk pewarna bahan hasta karya menggunakan tinta printer yang kebetulan tersedia saat itu. 

Ekspresi bahagia terpancar dari wajah saat melihat hasil karya mereka. Misalnya saat menggambar dengan menggunakan pelepah pisang. Yang selama ini mereka taunya menggambar itu hanya menggunakan pensil. Selain itu, kulit kerang yang hanya berserakan di pinggir pantai, setelah diberi pewarna, kemudian dibuat bingkai foto juga tak kalah menarik perhatian mereka.

Sedangkan untuk kegiatan literasi, tim edukasi memanfaatkan bahan yang tersedia dengan membuat mading mini dan pembelajaran calistung yang dilaksanakan secara outdoor. Dengan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan namun dilaksanakan dalam suasana bermain membuat siswa lebih antusias mengikuti kegiatan.  

TANGGAL 17 MARET 2019

Pukul 07.00 WIT, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit Tim edukasi melanjutkan perjalanan menuju Kampung Sibae Ibu Kota Distrik Inanwatan untuk melaksanakan kegiatan “Mengedukasi Anak Negeri” di SD Inpres 10 Inanwatan dan SMP Negeri I Inanwatan. Setelah sampai di lokasi tujuan, keadaan sepi karena mereka menggunakan hari minggu sebagai hari ibadah di gereja dan seluruh masyarakat dilarang beraktivitas selain kegiatan rohani.   

Kegiatan “Mengedukasi Anak Negeri” di Distrik Inanwatan dilaksanakan selama 1 hari dengan 2 lokasi kegiatan. Untuk peserta didik SD berlokasi di SD Inpres 10 Inanwatan dengan sekolah undangan SD YPK Bethel dan untuk peserta didik SMP berlokasi di SMP Negeri I Inanwatan dengan sekolah undangan SMP YPK Inanwatan. Sedangkan dalam acara pembukaan dilakukan di 1 lokasi yaitu di SMP Negeri I Inanwatan. Dalam acara pembukaan peserta didik SMP telah menampilkan tarian daerah yang mengundang antusias para guru dan peserta didik lainnya untuk menyaksikan penampilan yang menarik tersebut.

SMP, 18 MARET 2019

Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di SMP Negeri I Inanwatan terdiri atas beberapa kegiatan seperti Kiat Sukses Ujian Nasional, Gerakan Literasi, dan Hasta Karya. Kegiatan pertama yang dilaksanakan yaitu Kiat Sukses Ujian Nasional dengan peserta didik kelas IX. Dalam waktu bersamaan, peserta didik kelas VII dan VIII telah melaksanakan kegiatan gerakan literasi seperti kelas mading, pojok baca, pohon literasi.

Dalam kegiatan “Kiat Sukses Menghadapi Ujian Nasional” yang di bawakan oleh Bapak Muh. Said, S. Pd., Gr., dan Ibu Sesi Martoti Tumanggor, S. Pd., Gr., telah memberikan trik dan tips kepada peserta didik kelas IX agar sukses dalam mengahadapi ujian nasional. Selain memberikan trik dan tips, narasumber juga memberikan motivasi agar peserta didik lebih semangat mempersiapkan diri dan percaya diri untuk menghadapi ujian nasional.

Kemudian untuk kegiatan literasi, peserta didik kelas VII dan VIII dibagi dalam 3 kelas yaitu kelas mading, pojok baca, dan pohon literasi. Untuk kelas Mading, peserta didik mengumpulkan berbagai cerita motivasi dari tokoh-tokoh besar dunia untuk dipasang di mading sebagai sumber informasi yang edukatif. Peserta didik pun didorong untuk memunculkan kreativitasnya dalam penataan mading kelas sehingga lebih menarik bagi pembaca.  

Sedangkan untuk kelas Pohon literasi, guru pendamping telah mendampingi peserta didik menggambar pohon literasi pada tembok ruangan kelas. Dalam kegiatan pohon literasi, guru pendamping telah memadukan pembelajaran IPA dengan kreativitas peserta didik (pengetahuan dan keterampilan) dalam menggambar pohon literasi. 

Pada kelas pojok baca, peserta didik menggambar dan menghias sudut ruangan sebagai perpustakaan mini dalam kelas. Ketersediaan sudut baca tersebut merupakan bentuk pelayanan edukatif dalam menyediakan sumber belajar yang efektif bagi peserta didik.

Kegiatan sore hari dilanjutkan dengan pembuatan hasta karya dan game edukasi. Kegiatan hasta karya sasarannya adalah peserta didik IX yang dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok membuat satu hasil karya. Dibawah bimbingan Ibu Hetty Juneti Parengg, S. Si., mereka membuat bingkai foto dengan menggunakan karton bekas dan kertas kado, Kemoceng dari tali rapia, serta kolase dengan memanfaatkan daun-daunan. Game adukasi mengarahkan peserta didik untuk saling bekerja sama, kelincahan, dan kecekatan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Setelah melaksanakan kegiatan di 4 Distrik dengan melibatkan 12 Sekolah dari tanggal 11 sampai 18 Maret 2019, kegiatan Mengedukasi Anak Negeri berakhir di SMP Negeri I Inanwatan.  Pada tanggal 19 pagi direncanakan kembali ke Kota Teminabuan namun dikarenakan waktu itu tidak ada Longboat (perahu) yang memungkinkan untuk memuat tim edukasi sehingga diputuskan untuk membatalkan kepulangan pada hari tersebut.

20 MARET 2019

Tim edukasi telah meninggalkan Distrik Inanwatan untuk kembali ke kota Teminabuan dengan perjalanan kurang lebih 4 jam. Pukul 12.03 Longboat bersandar kembali di Pelabuhan Ampera dan tim edukasi segera bergegas menuju Basecare Edukasi GGD Kabupaten Sorong Selatan.

20 MARET 2019

Tim edukasi telah meninggalkan Distrik Inanwatan untuk kembali ke kota Teminabuan dengan perjalanan kurang lebih 4 jam. Pukul 12.03 Longboat bersandar kembali di Pelabuhan Ampera dan tim edukasi segera bergegas menuju Basecare Edukasi GGD Kabupaten Sorong Selatan.

Lelah yang bermakna, Itulah yang dirasakan oleh tim edukasi setelah melaksanakan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di empat Distrik 8 lokasi dengan melibatkan 12 Sekolah dari tanggal 11-19 Maret 2019. Karena dibalik lelah itu, rasa senang bahagia bercampur rindu seakan menyelimuti pikiran untuk terus berbuat dan berkarya positif untuk pendidikan Kabupaten Sorong Selatan.

Muh Nur Azhar dan Sudarwin selaku Koordinator Umum GGD Kabupaten Sorong Selatan dan Penanggung jawab Program Mengedukasi Anak Negeri menyampaikan terima kasih kepada Sahabat GGD Sorong Selatan yang telah berkontribusi dengan tenaga dan pikiran maupun pengorbanan materi dalam menyukseskan kegiatan ini. Tak lupa pula, kami sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Masyarakat IMEKKO dan Kepala Sekolah mitra yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan Mengedukasi Anak Negeri di Wilayah IMEKKO Kabupaten Sorong Selatan. Selanjutnya, kami pun menyampaikan sebuah harapan Masyarakat IMEKKO kepada Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Selatan untuk mendukung dan menggiatkan kegiatan Mengedukasi Anak Negeri sehingga masyarakat mendapatkan hiburan edukatif yang menginspirasi dalam membangun pendidikan. 

Reportase: Tim reportase GGD Kabupaten Sorong Selatan
Editor: Tim editor MSI

sumber: http://masyarakatsm-3t.com/guru-garis-depan-sorong-selatan-mengedukasi-anak-negeri-4-distrik-12-sekolah-di-kabupaten-sorong-selatan-papua-barat/

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "GURU GARIS DEPAN SORONG SELATAN MENGEDUKASI ANAK NEGERI 4 DISTRIK 12 SEKOLAH DI KABUPATEN SORONG SELATAN, PAPUA BARAT"