Perbedaan Perayaan Hari Guru Nasional 2015 dan 2016

aniesMANOKWARIKU.INFO – Perayaan Hari Guru Nasional adalah peringatan Hari guru yang biasanya dirayakan pada tanggal 25 November setiap tahunnya. Lembaga Negara yang menaungi pendidikan yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan biasanya merayakan Hari Guru Nasional dengan mengadakan kegiatan Simposium Guru. Simposium Guru diadakan dengan mengundang guru-guru dari pelosok negeri ke Jakarta untuk menampilkan karya ilmiah dan sharing pengalaman guru di lapangan. Perayaan Hari Guru melalui Simposium ini mulai dilaksanakan sejak 2015 lalu.

Simposium Guru 2015 memiliki perbedaan dengan perayaan Hari Guru yang dilaksanakan PGRI. Pada Simposium Guru yang dilaksanakan Kemdikbud yaitu mengundang ribuan guru dari Sabang sampai Merauke termasuk menghadirkan para Guru Garis Depan yang pada pertengahan tahun di lepas oleh Presiden Jokowi. Puncak perayaannya dilaksanakan pada tanggal 24 November 2015. Berbeda dengan perayaan Hari Ulang Tahun PGRI yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2015. Menanggapi perbedaan ini Menteri Pendidikan pada saat itu Anies Baswedan menegaskan itu bukan acara pemerintah. Hal tersebut ditegaskan dalam surat edaran 101410/A.A5/HM/2015 dan ditujukan kepada Gubernur di Seluruh Indonesia, Bupati/Walikota, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

dalam Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI ditegaskan hal-hal sebagai berikut:

1. Pemerintah Republik Indonesia telah menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 2015 dengan puncak acara pada 24 November 2015 yang dihadiri oleh Presiden RI serta upacara di semua sekolah pada 25 November 2015. Dengan alasan efisiensi, pemerintah tidak mengorganisasi lebih lanjut berbagai seremonial terkait Hari Guru Nasional 2015.

2. Tidak diperkenankan siapa pun, baik Dinas Pendidikan mapun organisasi guru apa pun untuk melakukan pemotongan gaji guru atau memungut biaya dalam bentuk apa pun dengan alasan peringatan Hari Guru Nasional 2015.

3. Tidak diperkenankan aparatur negara dan/atau organisasi apapun melakukan intimidasi, pemaksaan, serta mobilisasi guru-guru untuk kepentingan di luar mendatnya untuk seolah-olah peringatan resmi Hari Guru Nasional 2015. Peringatan Hari Guru Nasional telah dituntaskan di bulan November.

4. Pemerintah meminta agar organisasi publik menjaga diri untuk tidak mengorganisir dan memanfaatkan guru-guru untuk tujuan berbagai kepentingan politik.

5. Pemerintah bersikap sama dan setara pada semua oraganisasi profesi apapun serta menegaskan bahwa edaran Ketua Umum PB PGRI terkait Hari Guru Nasional bukan arahan resmi pemerintah.

6. Pemerintah mengajak masyarakat untuk berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, termasuk di dalamnya peningkatan profesionalisme guru.

Namun pada perayaan Hari Guru Nasional Tahun 2016 ini tampaknya akan sedikit berbeda. Pada Simposium Guru tahun 2016 ini Kemdikbud akan mengundang guru-guru yang telah melewati seleksi yang diadakan. Seleksi tersebut berupa pengiriman artikel oleh guru. Artikel yang lolos akan diikutkan pada perayaan Hari Guru Nasional. Selain itu perayaan Hari Guru Nasional juga akan dilaksanakan serentak dengan HUT PGRI yang ke-71.

Berikut berita yang terbit di laman kemdikbud, http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/11/peringatan-hari-guru-nasional-2016-libatkan-organisasi-guru

Peringatan Hari Guru Nasional 2016 Libatkan Organisasi Guru  04 November 2016 

Jakarta, Kemendikbud — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melibatkan organisasi guru untuk turut menyukseskan rangkaian acara HGN di bulan November. Peringatan HGN tahun ini mengangkat tema “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”.
 
“Kami akan memperingati HGN bersama dengan berbagai organisasi guru. HGN kita kemas sedemikan rupa dengan kesepakatan bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Surapranata, pada jumpa pers persiapan HGN 2016, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (03/11/2016).
 
Lebih lanjut Pranata menyampaikan rangkaian acara HGN 2016 yang dimulai pada tanggal 20 November 2016 yaitu gerak jalan diikuti sekitar 10 ribu guru, pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor, mulai dari pukul 06.00 WIB, di Jakarta. Selanjutnya, pada tanggal 22 November 2016 akan dilaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Ziarah tersebut akan diikuti sekitar 200 orang guru. 
 
Pada tanggal 25 November 2016, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) akan menjadi Pembina upacara peringatan HGN, dimulai dari pukul 07.00 WIB, di halaman Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta. Kemudian pada tanggal 26 November 2016, Direktorat Jenderal GTK mengadakan acara Simposium Guru Nasional yang akan diikuti sekitar 2000 orang guru dari seluruh Indonesia. Simposium tersebut merupakan wahana untuk menuangkan ide, gagasan, dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan. 
 
“Simposium ini akan dilaksanakan di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat. Acara ini akan melibatkan pakar dari perguruan tinggi, praktisi pendidikan, pemerhati pendidikan, LSM pendidikan, organisasi guru, serta GTK berprestasi tingkat nasional,” jelas Pratana.
 
Pelaksanaan simposium tersebut akan membahas 10 topik, yakni Penguatan Pendidikan Karakter di Satuan Pendidikan, Optimalisasi Pendidikan Inklusi, Revitalisasi SMK dalam Menghadapi Daya Saing Ketenagakerjaan, Membangun Budaya Literasi di Satuan Pendidikan, dan Profesionalitas GTK melalui GTK Pembelajar. 
 
Selanjutnya simposium tersebut membahas tentang perlindungan GTK, membangun sekolah yang aman dan nyaman untuk warga sekolah, peningkatan mutu dan akses pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), teknologi informasi sebagai media dan sumber belajar, dan penilaian kinerja GTK.
 
Puncak acara Simposium GTK, Peringatan HGN tahun 2016, dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-71 akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2016, di SICC, Sentul, Jawa Barat. Puncak acara tersebut akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, dan 10.000 orang GTK. 
 
Turut hadir dalam jumpa pers tersebut Ketua Pengurus Besar PGRI Muhammad Asmin, Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Tety Sulastri, Pembina Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sururi Azis, dan Wakil Sekjen Persatuan Guru Nadhatul Ulama (PERGUNU).
 
Jakarta, 03 November 2016
 
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(dj)

  

author
talk les do more
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Perbedaan Perayaan Hari Guru Nasional 2015 dan 2016"