Sejarah Perayaan Hari Bumi dan Aksi Nyata #AksiBersihManokwariku

656 views

Earth Day

MANOKWARIKU.INFO – #AksiBersihManokwariku – Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap tanggal 22 April, beberapa komunitas pecinta lingkungan biasanya merayakan Hari Bumi. Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan wujud aksi nyata kepedulian terhadap keselamatan ekosistem yang ada di Bumi. Namun pernahkah kita bertanya sejarah adanya perayaan Hari Bumi dan mengapa dipilih tanggal 22 April? Berikut penjelasan tentang sejarah perayaan Hari Bumi 22 April yang kami sarikan dari berbagai sumber.

Sejarah Hari Bumi 22 April

Perayaan Hari Bumi pertama kali diadakan pada tanggal 22 April 1970 yang yang diikuti jutaan orang di New York Amerika Serikat. Majalah TIME mencatat sekitar 20 juta orang turun ke jalan mengecam tindakan perusak alam. Kegiatan ini bertepatan dengan musim semi di belahan bumi utara dan musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak peristiwa ini lahirlah Hari Bumi atau Earth Day yang diperingati setiap tanggal 22 April.

Ide tentang penyelamatan Bumi pertama kali di gagas oleh Gaylord Nelson. Gaylord Nelson juga seorang pengajar lingkugan hidup. Menurutnya materi lingkungan hidup perla dimasukkan dalam kurikulum perguruan tinggi. Ide Gaylord Nelson mendapat dukungan dari banyak orang.  

Mencintai Bumi dapat diwujudkan dengan berbagai aksi nyata bukan hanya pada tanggal 22 April saja. Akan tetapi seharusnya menjadi kebiasaan kita sehari-hari dalam menjalani aktifitas. Setiap tindakan kita seharusnya mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan terhadap keselamatan bumi. Berikut ada beberapa aksi nyata yang sebaiknya dilakukan demi keselamatan Bumi. Gerakan #AksiBersihManokwariku mengajak kita semua untuk bertindak mulai dari sekarang ajak anak-anak kita, saudara dan siapapun untuk peduli Bumi.

#AksiBersihManokwariku

Aksi Nyata Untuk Menyelamatkan Bumi

  • Hemat Energi; Energi yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi suatu saat akan habis. Berjalan kaki dan bersepeda merupakan salah satu langkah hemat energi. Pola hidup orang kota dengan mengendarai mobil berpenumpang sendiri meskipun jarak dekat secara tidak sadar adalah pemborosan energi. Mematikan lampu di siang hari, mengurangi penggunaan air conditioner juga merupakan wujud hemat energi.
  • Kurangi Penggunaan Plastik; Sampah plastik adalah sampah anorganik yang artinya sulit terurai dalam waktu bertahun-tahun. Penumpukan sampah plastik dari bungkus makanan semakin hari-makin menggunung terutama di kota- kota besar. Selain itu keberadaan sampah plastik juga mencemari lautan yang mengganggu ekosistem laut. Cara sederhana dalam mengurangi penggunaan plastik adalah bawalah tas atau keranjang belanja setiap kali ke Pasar. Tolak pemberian plastik dari pedagang jika sudah menggunakan keranjang belanja. Sebisa mungkin lakukan daur ulang terhadap plastik menjadi barang yang bermanfaat.
  • Kurangi Polusi Udara; Kabut asap melanda Sumatera dan Papua beberapa tahun terkahir ini. Kabut asap mencapai puncaknya pada saat musim kemarau tiba. Hal ini disebabkan pembakaran hutan secara besar-besaran baik oleh perusahaan perkebunan maupun perorangan. Mulailah dari pribadi untuk tidak membakar hutan karena asap karbon yang akan merusak lapisan ozon. Hal sederhana lain yang bisa dilakukan untuk keselamatan Bumi adalah jangan gunakan kendaran yang tidak lulus uji emisi, jangan mengganti knalpot racing karena knalpot racing biasanya tidak dilengkapi katalizer. sehingga pembakaran pada mesin tidak maksimal.
  • Tanam Pohon; Melihat penebangan pohon saat tidak seimbang dengan penanaman pohon maka jika dibiarkan produksi oksigen dari zat hijau daun akan semakin berkurang. Jika anda tinggal di perkotaan efek ini akan sangat terasa. Tanamlah pohon di sekitar rumah anda selain memberi kesejukan, tanam pohon juga menjadi aksi nyata dalam menyelamatkan Bumi.
  • Buang Sampah Pada Tempatnya; Aksi ini yang paling sering diabaikan, meskipun di tempat-tempat umum telah disediakan tempat sampah oleh pemerintah, masyarakat masih sangat minim kesadaran membuang sampah. Sangat sering terlihat orang buang sampah di jalanan, dari atas kendaraan plastik pembungkus makananan dibuang begitu saja.

Tentunya masih sangat banyak aksi nyata yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan Bumi. Ide-ide kreatif sangat kita butuhkan dalam hal pengelolaan sampah, daur ulang, penghijauan dan lain-lain. Memperingati Hari Bumi 22 April, Gerakan #AksiBersihManokwariku mengajak kita semua memulai dari diri sendiri untuk peduli lingkungan, setiap tindakan kita mempertimbangkan keselamatan Bumi, serta mendukung setiaps upaya konservasi.(dj)

Baca juga; #AksiBersihmanokwariku Bersama GGD dan Siswa-siswi SMP Satap Mansinam di Pulau Mansinam

author
talk les do more
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.