Semarak Perayaan Hardiknas di Manokwari

1026 views

Perayaan Hardiknas Manokwari Foto: Elvina F

MANOKWARIKU.INFO – Semarak dan semangat peringatan Hardiknas dirasakan warga Kabupaten Manokwari. Seluruh sekolah dari semua jenjang pendidikan melaksanakan upacara bendera. Pelaksanaan upacara dilaksanakan dengan penuh khidmat.

Pelaksanaan Upacara peringatan hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2016 ini dilaksanakan di Setiap Sekolah maupun instansi. Di Kota Manokwari pelaksanaan dipimpin langsung oleh Bapak Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan dilaksanakan di lapangan Borasi.

Sementara pelaksanaan Upacara juga di lakukan secara bersama di lapangan SP 3 Prafi. Peserta yang hadir di Sp3 prafi berasal dari beberapa distrik. Sekolah-sekolah yang berasala dari Distrik Warmare, Prafi, Masni dan Sidey turut ambil bagian pada upacara perayaan Hardiknas tersebut. Dari reportase kontribur Manokwariku.Info terlihat upacara di hadiri pejabat dari Dinas Pendidikan Propinsi Papua Barat. Selain itu di SMA Negeri 1 Warmare juga terlihat melaksanakan upacara Hardiknas. Kepala SMA Negeri 1 Warmare memimpin langsung jalannya upacara serta membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional Anis Baswedan.

Upacara Hardiknas SMAN 1 Warmare

Sekitar satu minggu sebelum Hari besar Pendidikan Nasional ini mencapai puncaknya, telah terlaksana berbagai kegiatan di kota Manokwari. Kegiatan Pawai Drum Band tingkat TK dan PAUD se Manokwari terlaksana pada tanggal 30 April 2016. Kegiatan dilaksanakan mulai dari depan Kantor Gubernur Propinsi Papua Barat yang lama.

Kepala Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Provinsi Papua Barat, sebagai pembina dan pembaca pidato Hardinas menyampaikan pentingnya pendidikan di tanah air sebagai tonggak utama kokohnya bangsa. Meskipun panas menyengat, peserta upacara dengan tertib mengikuti upacara sampai selesai. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan hari di mana bangsa kita, Indonesia, memperingati perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam memajukan pendidikan bangsa Indonesia. Hardiknas diperingati setiap tanggal 2 Mei. Mengapa demikian? Hal ini karena tanggal 2 Mei adalah hari kelahiran Ki Hajar Dewantara Untuk menghargai jasa beliau maka dipilihlah tanggal 2 Mei sebagai peringatan Hardiknas.  Ki Hajar Dewantara adalah pelopor pendidikan di bumi Indonesia ini, usahanya dalam mengembangkan pendidikan diawali dengan pendirian sekolah yang dikenal dengan Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa yang kerap kali disebut “Taman Siswa”. Dengan adanya Taman Siswa maka para kaum rakyat jelata (pribumi) dapat memperoleh hak pendidikan sebagaimana hak pendidikan yang dimiliki para priyayi dan orang Belanda. Dalam Taman Siswa para siswanya yang merupakan rakyat pribumi ditanamkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air dan budi pekerti luhur Ki Hajar Dewantara yang memperoleh sebutan sebagai Bapak Pendidikan di Indonesia ini, memiliki semboyan yang diajarkan saat beliau merintis taman siswa dan hingga kini semboyannya masih ditanamkan dalam setiap nafas putra-putri Indonesia, semboyan tersebut adalah “ Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani”.

Ing Ngarsa Sung Tuladha. Dilihat dari asal katanya maka ing ngarsa sung tuladha itu berasal dari kata ing ngarsa yang diartikan di depan, sung (Ingsun) yang artinya saya, dan kata tuladha yang artinya tauladan. Dengan demikian arti dari semboyan Ki Hajar Dewantara yang pertama ini adalah ketika menjadi pemimpin harus dapat memberikan suri tauladan untuk semua orang yang ada di sekitarnya. Ing Madya Mbangun Karsa. Dari asal katanya maka Ing Madya Mbangun Karsa  berasal dari kata ing madya yang diartikan di tengah-tengah, mbangun yang memiliki arti membangkitan dan karsa yang memiliki arti bentuk kemauan atau niat.

Dengan demikian makna dari semboya Ki Hajar Dewantara yang kedua ini adalah seseorang di tengah-tengah kesibukannya diharapkan dapat membangkitkan semangat . Aplikasi semboyan ini dalam masyarakat adalah berusaha menciptakan berbagai inovasi dalam lingkungannya dengan cara menciptakan kondisi  atau suasana kondusif yang dapat menimbulkan peningkatan keamanan dan kenyamanan. Tut Wuri Handayani. Dari asal katanya Tut Wuri Handayani, dirangkai dari kata tut wuri yang memiliki arti mengikuti dari belakang dan kata handayani yang memiliki arti memberikan motivasi atau dorongan moral atau dorongan semangat.  Dengan demikian semboyan Ki Hajar Dewantara yang ketiga ini memiliki makna bahwa seseorang diharapkan dapat memberikan suatu dorongan moral dan semangat kerja  ketika seseorang tersebut berada di belakang.(dj/rp)

kontributor: izreenk

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.