Sepasang Guru GGD dan Sekolah Terpencil di Kepala Cendrawasih

1163 views

MANOKWARIKU.INFO – SMP Satap Mubri, sekolah yang berlokasi di Kampung Mubri Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari. Untuk sampai diSekolah ini ditempuh perjalanan dengan kendaraan bermotor sekitar 60 menit dari Manokwari kota. SMP ini memang berada di ibukota Propinsi akan tetapi masih sangat minim fasilitas. Sinyal telepon seluler pun masih sangat sulit di wilayah ini. Meskipun sudah terjangkau jaringan listrik PLN, tetapi belum ada akses internet. Dalam hal memenuhi kebutuhan sekolah atau siswa mereka harus ke kota karena di wilayah tersebut masih sulit menemui toko yang menjual alat tulis.

Pada Mei 2015 Sekolah ini mendapat dua tenaga pengajar yang merupakan Peserta Program Guru Garis Depan yang di lepas oleh Bapak Presiden Ri, Joko Widodo, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Dua tenaga pengajar tersebut adalah Sumiati (26) dan Rizky Marsel Nampe (28). Mereka Merupakan alumni Pendidikan Profesi Guru Prajabatan SM-3T Universitas Negeri Surabaya tahun 2014.

Ibu Sumiati yang berasal dari Lamongan Jawa Timur merupakan lulusan S-1 Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Sebelum mengikuti PPG beliau mengajar di Kabupaten Sumba Timur NTT melalui Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T).

Bapak Rizky Marsel Nampe sendiri berasal dari Manado merupakan lulusan S-1 Pendidikan Matematikan Universitas Negeri Manado (UNIMA). Beliau juga merupakan alumni Program SM-3T penempatan Kabupaten Sumba Timur NTT.

Guru GGD ManokwariDi Sekolah ini, mereka tidak hanya mengampu mata pelajaran yang sesuai bidangnya, tetapi juga mengampu mata pelajaran lain. Hal ini dikarenakan, Sekolah ini memiliki sedikit rombel dan juga sedikit tenaga pengajar. Kedua GGD ini mengukir sejarah dengan mengajak siswanya melaksanakan upacara bendera untuk kali pertama. Pelaksanaan upacara setiap hari adalah hal yang biasa dilakukan sekolah lain, tetapi berbeda di sekolah ini. Sebelum kedatangan dua guru GGD ini siswa-siswa SMP Satap Mubri belum pernah melaksanakan upacara bendera.

Sekolahnya kita nanti ada saya dan Sumi om baru mengenal upacara tiap hari senin.. semster 1 sudah jalan upacaranya tapi saya cape juga kasih latihan tiap sabtu… maka tekniknya saya bentuk pengurus osis di skolah… nah semster ini saya kasih latih pengurus osis dulu selama sebulan.. setelah mereka mantap baru jadi tugasnya mereka kasih latih yg lain tiap hari sabtu. Begitu om… … siswa yang lain di dalam kelas bagiannya Sumi ngajar membaca dan menulis.

Diatas adalah pesan yang dikirim Bapak Rizky Nampe ketika kami mencoba mengonfirmasinya.

Guru GGD ManokwariKedua guru GGD ini tidak hanya bergelut di lingkup sekolah, tetap juga banyak bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Mereka ikut serta dalam kegiatan-kegiatan di kampung Mubri seperti kerja bakti, pengadaan air bersih, dan mengaktifkan kegiatan keolahragaan.

Mereka berharap semoga  siswa SMP Satap Mubri mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang ada di kota.(dj/rp)