Pejabat DKI Mundur Lagi dan 22 Lainnya Menyusul, Ada Apa Dengan Ahok?

Ahok

[JAKARTA] Selama kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Wakil Gubernur hingga saat ini Gubernur DKI Jakarta, setidaknya sudah ada lima orang pejabat eselon II yang mengundurkan diri.

Namun ia mengatakan, dirinya sudah mengetahui akan ada banyak pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI yang akan mengundurkan diri sejak dirinya masih menjadi Wakil Gubernur.

“Kalau bilang kabarnya (banyak eselon II) mundur sudah saya dengar sejak jadi wagub. Pertama kali Pak Novizal mundur (tahun 2013) saya diancam yang sama. Kalau saya pecat orang di Dinas Perumahan, semua eselon II mundur, nyatanya tidak mundur,” ujar Basuki di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (26/4).

Selain saat itu Novizal yang merupakan Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda mengundurkan diri, pada tahun 2015 Kepala Dinas Tata Air, Tri Djoko Sri Margianto mengundurkan diri dari jabatannya karena dianggap masih belum bisa mengatasi banjir yang kerap muncul di Ibu Kota.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Pak Trijoko, dia mengatakan saya terlalu naif untuk atasi banjir. Teori saya sederhana, bikin 1.086 saluran penghubung terhubung dengan baik ke sungai, yang tidak ada crossingbuat penghubung tambahan, bendungan, pompa diperbaiki, beliau tidak sepakat teori saya,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengganti posisi Tri Djoko yang mengundurkan diri itu oleh Teguh Hendarwan yang tidak memiliki basic Tata Air dan merupakan mantan seorang camat. Buktinya, dengan mengikuti teorinya, kata Basuki, beberapa wilayah tak tergenang lagi banjir.

Selain Novizal dan Tri Djoko, ada Fadjar Panjaitan yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah pada tahun 2013 dan M Haris Pindratno yang mengundurkan diri dari Kepala Dinas Perindustrian dan Energi pada tahun 2015 awal.

Di tahun 2016 ini, baru Rustam Effendi, pejabat DKI yang mengundurkan diri dari jabatannya

sumber: beritasatu.

(dj)

 

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.