Minyak Tanah Langka di Manokwari Harga Eceran Mencapai Rp 40.000 per 5 liter

MANOKWARIKU.INFO – Kamis (25/02), Warmare kembali dihebohkan dengan antrean minyak tanah. Masyarakat, khususnya ibu-ibu menunggu giliran membeli minyak tanah bersubsidi. Puluhan jeriken lima literan berjajar panjang. Jeriken-jeriken tersebut bernama atau terikat tali sebagai tanda kepemilikan. Terdapat pembeli yang membawa dua jeriken bahkan ada yang lebih dari sepuluh jeriken lima literan. Pembagian minyak tanah bersubsidi ini tidak berjalan dengan baik. Pembeli saling berebut mendapat giliran pertama. Berharap mendapat jatah lebih banyak. Pembeli lain yang merasa dirugikan akibat tindakan seperti itu tidak mau tinggal diam, mereka saling menegur dan berebut. Hal tersebut bukan untuk kali pertamanya, tetapi sudah kali berulang terjadi.

Sore itu, terdapat beberapa aparat yang membantu menertibkan dan mengawasi pembelian minyak tanah bersubsidi dengan harapan supaya pembelian berjalan tertib. Selain itu juga, setiap perwakilan keluarga hanya diperbolehkan membeli maksimal tiga jeriken lima litetan dengan tujuan agar semua pembeli mendapat bagian. Meskipun begitu, masih banyak pembeli yang tidak tertib mengantre.

Di antara kerumuman antrean, seorang Bapak berusaha menenangkan situasi tetapi tak seorangpun di kerumunan yang menggubris usahanya.

“Menyikapi hal ini, perlu adanya sikap toleransi dan kesadaran yang tinggi dalam mendapatkan jatah minyak tanah bersubsidi”, ungkap seorang pembeli dari Kampung Dindey.

Harga minyak tanah bersubsidi yang diberlakukan seharga Rp 4.000 per liter, cukup terjangkau di kalangan masyarakat. Jika membeli di kios-kios bisa mencapai Rp 40.000 per jeriken atau per lima liter. Sehingga tidak diragukan jika banyak pembeli yang berebut untuk mendapatkan jatah minyak tanah bersubsidi.(rp)

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.