Sungguh Alangkah Indahnya Manokwari Hidup Rukun Bersama

Tak hanya sekali tulisan “Damai itu Indah” terpampang di beberapa pinggir jalan wilayah Kabupaten Manokwari, Ibukota Provinsi Papua Barat. Tulisan yang sederhana tapi mengandung makna yang luar biasa. Beberapa kali melintas di jalan tersebut, pastinya sudah hafal dan ingat akan letak dan bentuk tulisannya. Paham akan maknanya? Pastinya iya. Akan tetapi bagaimana dengan realisasinya? Pastinya tulisan-tulisan tersebut terpampang umum supaya yang melintas selalu mengingat dan memaknai bahkan memberikan tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataannya? Dalam sebulan ini, wilayah yang dijadikan sebagai miniatur Nusantara, yang sarat dengan keanekaragaman budaya, suku, agama ini telah terjadi beberapa insiden yang meresahkan warga. Mulai dari pemalangan jalan hingga kerusuhan yang menewaskan beberapa korban. Mungkinkah kalimat “Damai itu Indah” belum dimaknai dengan benar-benar sehingga tidak mampu menembus pemikiran dan akal budi. Kata sederhana tersebut jika mampu menembus pemikiran dan akal budi pastinya tidak akan ada tindak-tanduk yang mengakibatkan insiden yang mengakibatkan banyak korban dan meresahkan warga. Setiap pribadi pastinya memiliki ajaran yang sarat dengan ajaran kebaikan, sarat akan cinta kasih. Dalam dunia pendidikan pun toleransi tak henti-hentinya diajarkan. Barangkali pelaku kerusuhan saat itu sedang dimabuk lupa dan absen saat pelajaran berlangsung. Bagaimana tidak? Orang “waras” pastinya akan mampu membedakan baik dan tidak. Sebagai warga yang mengenal ajaran kebaikan, ajaran cinta kasih marilah kita mendamaikan apa yang beda bukan memperparah perbedaan. Bukankan kedamaian merupakan harapan dalam kehidupan. Dan berusaha menyadari jika kesalahan yang telah dibuat akan mengakibatkan banyak korban korban bukan hanya yang tampak luka tetapi juga kelumpuhan di beberapa aspek kehidupan. Pusat-pusat perbelanjaan tutup, sekolah-sekolah diliburkan. Tidak hanya itu, korban psikologis pun menghantui, tidak mengenal usia. Terlebih, menjadi sorotan warga di luar wilayah Kabupaten Manokwari jika daerah ini merupakan daerah yang rawan dengan kerusuhan.

Bagaimana mengatasinya? Cukuplah kejadian ini adalah kejadian terakhir. Jangan sampai terulang lagi. Para tokoh masyarakat yang bertikai saling duduk bersama, bermediasi dengan aparat dan pemerintah. Menyelesaikan perselisihan dengan ketenangan dan hati yang jauh dari emosi. Tidak perlu ada yang menyimpan dendam. Tidak perlu ada yang merasa yang ini lebih berkuasa dari yang lain karena pada hakikatnya kita semua sama diciptakan untuk saling melengkapi dan menciptakan kehidupan yang damai. Dan biarlah Kabupaten Manokwari, yang sarat dengan keanekaragaman budaya, suku, dan agama menjadi contoh daerah lain yang sarat dengan kedamaian

Ervin Inda

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Sungguh Alangkah Indahnya Manokwari Hidup Rukun Bersama"